Dandy Bagus Prasetyo

Blogger Adalah Sumber Info.

Saturday, 24 October 2015

Puisi Anekdot Beserta Strukturnya

Asslamualaikum Wr Wb
Hai sobat-sobat semua...udah lama ya kita gk jumpa, karena  sebagai ibu rumahtangga kesibukan  yang sehari-hari menyita waktu...sehingga saya jarang menulis.Di sini  saya akan  menulis tentang  contoh puisi anekdot dan sturukturnya....
Coba sobat  Baca ya siapa tahu tulisan saya ini bermanfaat bagi sobat semua

A. HANCURNYA PARTAI
                       Indonesia punya banyak sekali partai
Tetapi sayangnya
Banyak partai yang miskin figure
Banyak partai yang miskin institusi
Banyak partai yang ide
Banyak partai yang miskin kerja

Tapi aku berpikir dan berpandapat
Lebih baik partai dibuat dua saja
Kemudian tingkatkan kwalitas pemerintahanya
Biar partainya sedikit
Tapi institusinya lenkap dan berkwalitas

Biar partainya sediki
tapi sembako murah
Biar partainya sedikit
Penting Negara tak punya hutang
Biar partainya sedikit penting sekolah murah
Biar partainya sedikit
Tapi dipegang tokoh berwalitas
Biar partainya sedikit tap
Asal kadernya produktif dan berkwalita
Biar partainya sedikit
Asal tidak korupsi


STRUKTUR ISI:
·         Judul:
Hancurnya  Partai

·         Abstrak
       Indonesia mempunyai banyak partai


·         Orientasi:
Keadaan Indonesia  yang kacau  karena inginkan kekuasaan
Tapi sayangnya, banyak partai yang miskin figure, miskin intitusi, miskin ide dan miskin kerja.


·         Krisis:
Penulis berpendapat , sebaiknya partai dibuat  dua, biarnya partainya sedikit tapi institusinya lengkap dan berkwalitas.

·         Reaksi:
Biar partainya sedikit yang penting sembakonya murah
Biar partainya sedikit yang penting tak punya hutang
Biar partainya sedikit yang penting sekolah murah


·         Koda:
Walau partainya sedikit tapi kadernya produktif dan kreatif, dan di pegang oleh tokoh yang berkwalitas dan satu lagi tidak korupsi.


LAGUNYA NEGERI INI

Saat matahari merapat di ufuk barat
ku duduk di baringan teras rumah
bersama ayahku mengharapkan secerca harapan
hanya untuk kemajuan negeri ini......

Sungguh lucunya negeri ini!!
maling sapi dihukum mati
tapi korupsi di biarkan menjadi
ada yang masuk jeruji besi

tapi ada yang nonton tenis di Bali!!!
Dimana petingi negeri ini???
Hingga negeri ini runtuh sendiri??
Apakah hanya berdiam diri???

Hei para petinggi negeri!!!
kau hanyalah seorang biang keladi!!!
Melelang janji - janji basi
hanya untuk melampiaskan nafsumu sendiri!!
Sebenarnya kau ini siapa???
Pemimpin bangsa??
Ataukah hanya.....
Seorang penggelembung dana negara???

Kau hanyalah.....
tikus berdasi yang duduk di kursi empuk
di hiasi dengan baju berdasi
serta sepatu mengkilap

Sepatumu yang mengkilap....
itulah yang menyilaukan hatimu
sampai - sampai kau merampas hak kami
dan juga menghancurkan...
secerca harapan untuk kemajuan negeri ini...

Kau memang tak pantas...
hidup di bumi pertiwi ini..
lebih baik kau hidup.....
dibalik tralis besi....
dengan uang milyaran - milyaranmu tadi


Struktur

Abstraksi:
 Saat matahari merapat di ufuk barat
ku duduk di baringan teras rumah
bersama ayahku mengharapkan secerca harapan
hanya untuk kemajuan negeri ini......
Orientasi:
Sungguh lucunya negeri ini!!
maling sapi dihukum mati
tapi korupsi di biarkan menjadi
ada yang masuk jeruji besi

tapi ada yang nonton tenis di Bali!!!
Dimana petingi negeri ini???
Hingga negeri ini runtuh sendiri??
Apakah hanya berdiam diri???
Krisis:
Hei para petinggi negeri!!!
kau hanyalah seorang biang keladi!!!
Melelang janji - janji basi
hanya untuk melampiaskan nafsumu sendiri!!
Sebenarnya kau ini siapa???
Pemimpin bangsa??
Ataukah hanya.....
Seorang penggelembung dana negara???

Reaksi: 
Kau hanyalah.....
tikus berdasi yang duduk di kursi empuk
di hiasi dengan baju berdasi
serta sepatu mengkilap

Sepatumu yang mengkilap....
itulah yang menyilaukan hatimu
sampai - sampai kau merampas hak kami
dan juga menghancurkan...
secerca harapan untuk kemajuan negeri ini...


Koda: 
Para koruptor tidak pantas hidup dibumi pertiwi ini, koruptor hanya pantas duduk si dalam penjara (terali besi)

No comments:

Post a Comment